Kamis, 08 Maret 2012

Golden Wing




Cerita Dikit Tentang Golden Wing

Sekitar tahun 1968, Batalyon Zipur (Zeni Tempur) Palembang  menyediakan peralatan band buatan dalam negeri dan merekrut beberapa pemain Black Stones untuk mendirikan kelompok musik yang diberi nama Band Pionir. Pemain band Pionir ini terdiri antara lain : Fit Kien (Gitar Utama); Bakar (gitar bass); Karel Cassidy (gitar pengiring dan vokal); Musiardanis/Ferdinand Tuyu (drums), dan Ismet Soewondo (lead vocal). Selain dari menyediakan peralatan musik, Yon Zipur Palembang (yang waktu itu dikomandani oleh Mayor Rustandi) juga menyediakan peralatan radio siaran, yang mengudara dengan nama Suara Pramuka.
            Pada akhir tahun 1970 kelompok band Pionir ini bubar karena sebagian besar personilnya memilih untuk melanjutkan pendidikan, misalnya : Musiardanis pindah ke Yogya; Ferdinand Tuyu pindah ke Jakarta, dan Ismet Soewondo lebih mengutamakan kuliahnya di Fakultas Tehnik Unsri. Ketiga anggota lainnya (Fit Kien, Karel dan Bakar) tetap bertahan di Band Black Stones. Namun hal ini tidak lama, sebuah pabrik kecap di Palembang, yakni pabrik kecap Tong Hong, membeli peralatan musik dan merekrut Fit Kien dan Karel Cassidy. Era kelompok musik Golden Wing dimulai dari saat ini.
            Band Golden Wing Palembang generasi pertama ini masih berbau band pengiring, era rekaman lagu kelompok-kelompok musik belum lagi dimulai. Golden Wing generasi pertama diawaki oleh pemain-pemain antara lain : Fit Kien (kemudian berganti nama menjadi Piter Kenn) pada lead guitar; Kun Lung (Bass Guitar); Tarno (drums), dan Karel Cassidy (kemudian berganti nama menjadi Karel Simon) bertugas sebagai pemain gitar pengiring dan penyanyi utama.
            Sekitar tahun 1972 atau 1973 personil Golden Wing mengalami perombakan, beberapa pemain diganti dan awak band ini menjadi terdiri dari : Piter Kenn; Kun Lung (ganti nama menjadi Iksan); Carel Simon; Dedi Mantra (keyboard), dan Victor Eky (drums). Pada tahun 1973, kelompok-kelompok musik mulai merekam lagu-lagu mereka sendiri. Kita tentu ingat, mulai tahun ini bermunculan band-band tenar dengan lagu-lagu mereka sendiri, seperti : Rollies; Rhapsodia; Aka; Mercy’s; Panbers; Band Bentoel; Favourites Group, dan sebagainya.
            Pada tahun 1974, Golden Wing Palembang meluncurkan album pertama mereka yang diberi label Mutiara Palembang. Beberapa lagu dalam album ini menjadi hit, antara lain lagu : Mutiara Palembang; Di Mana; Give Me, dan Hanny. Pada tahun 1975, Golden Wing meluncurkan sebuah album yang berisikan lagu-lagu pop melayu. Dalam album ini mulai dinyanyikan sebuah lagu pop daerah Sumsel yang diracik secara apik berjudul Sebambangan. Pada album ini, awak Golden Wing sudah dengan formasi baru, yakni : Piter Kenn pada gitar utama; Areng Widodo (berasal dari Yogya) pada bass; Carel Simon/lead vocal; Dedi Mantra (keyboard), dan seorang pemain drum baru. Album pop melayu ini boleh dikatakan merupakan album terakhir Golden Wing, karena setelah itu Carel Simon bersama-sama dengan isterinya, Hera Sofyan, dan S. Tarno mendirikan kelompok musik No Wing, yang mengkhususkan diri merekam lagu-lagu pop daerah Sumbagsel.

 GOLDEN WING - SENYUM HARAPAN ( 1975 )